Friday, June 1, 2012

Pendidikan Sex untuk Anak

Waduh, kok blog ini jadi bahas sex? engga, saya ga akan kopas masalah itu. Postingan ini dibuat dalam rangka share pengalaman buat mereka yang saat ini atau kelak memiliki anak ABG yang 'sedang-sedangnya' banyak bertanya tentang segala hal, termasuk masalah sex.

Seperti yang pernah saya posting sebelumnya disini, anak pertama saya Yassin - sedang memasuki masa ABG, masa akil baliq. Seumur gitu, seorang anak tidak lagi mau disebut 'anak kecil', tapi belum pula mau disebut 'dewasa'. Emosi-nya mulai ga tentu. Kalo ga sabar, saya dan Yassin bisa sering debat-kusir. Dan kalo dipikir-pikir, dia paling senang bertanya dan berdebat dengan saya dibanding dengan ayahnya! padahal idealnya kan anak lelaki bertanya pada ayah-yang juga laki-laki, bukan?

Demi mengantisipasi pertanyaan Yassin yang bertub-tubi mengenai segala hal tentang sex, dan setelah saya dulu mengikuti seminar Bu Elly Risman setengah hari di kantor suami seperti yang saya ceritakan di postingan yang ini, saya mulai membekali diri dengan sebuah buku yang dikarang oleh Bu Elly Risman dkk. Buku ini enak dibaca dan perlu (kok jadi kayak slogan sebuah surat kabar??hehe..). 

Buku bertitle Ensexclopedia yang ditujukan buat orangtua, guru dan juga para anak tersebut, isinya lumayan lengkap menjawab hampir semua pertanyaan yang sering dilontarkan anak-anak. Dikemas dengan bahasa yang ringan, detail, dan tentu ga vulgar. Namun, terlepas dari itu semua, menurutku masih ada beberapa hal dalam buku ini yang sepertinya tetap kalo anak kita yang baca, masih belum jelas betul! (pada saat saya baca buku ini, saya berusaha memposisikan diri sebagai seorang anak). Mungkin itu karena Bu Elly dkk mencoba menghindar dari kesan 'vulgar' tadi ya? itu sebabnya, kita sebagai orangtua- tetap perlu menyiapkan amunisi alias jawaban untuk pertanyaan selanjutnya dari si anak tentang apa yang diungkap di buku ini! 
Yah..memang tak ada yang sempurna dalam hidup ini! Kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT, dan kekurangan itu milik Mbak Dorce. ..heh, peace Mbak Dorce!!



Tuesday, May 29, 2012

Fobia

gambar diambil disini
Siapa yang tak kenal Iko Uwais? Aktor yang main di film laga the Raid ini, selain bertampang 'good looking' juga jago silat. Namun, dibalik tampilan yang 'macho' itu, sapa sangka kalo Bang Iko mengidap fobia terhadap kerupuk. Apa? Iya, kerupuk! Anda boleh tak percaya, tapi ini nyata.
Saya sendiri baru tau hal itu setelah semalam di rumah, iseng baca majalah Tempo Edisi 30 April-6 Mei 2012 - yang udah lama tak geletakin gitu aja di lemari berdebu.

By the way, Fobia itu apa sih? dalam dunia kesehatan dan psikologi, fobia adalah rasa ketakutan berlebihan pada obyek tertentu yang tak seharusnya. 'Obyek tertentu' ini bisa berupa benda mati atau mahluk hidup.
Pendeknya gini, fobia bisa diartikan sebagai perasaan takut yang dialami seseorang kepada sesuatu-yang menurut pandangan orang pada umumnya- sesuatu itu 'biasa-biasa' saja, sama sekali gak menakutkan, pokoknya menurut orang umum ketakutan itu dianggap gak masuk akal! Contohnya seperti Iko Uwais tadi! Aneh kan, kok bisa takut pada kerupuk? penganan kriuk-kriuk, gurih,yang harus selalu hadir tiap saya makan, kok bisa dibenci Bang Iko? please deh!
Biasanya fobia muncul karena si pengidap punya pengalaman gak enak di masa lalu sama obyek yang di-fobia-in. Kalo di kasus Iko, tidak dijelaskan detail penyebabnya. Dia bilang anti kerupuk sejak SMP. Serpihan/remah-remah kerupuk mendadak bikin kulitnya gatal-gatal dan bergidik ngeri. 
Di Tempo juga diinfokan bahwa pengidap fobia ternyata tidak hanya Iko. Beberapa tokoh dunia perfilman juga menderita hal sama, tapi dengan obyek fobia yang berbeda. Seperti Kemal Arsjad, dia fobia terhadap roti. Katanya, dia akan menolak mentah-mentah dikasih uang jikalau uang itu ditaroh di atas roti. Sekalipun uangnya berjumlah 100 juta!! Wah, kalo menurutku sih, gampang saja: pake aja sodokan untuk nyingkirin roti itu, terus ambil tumpukan uangnya pake pencapit ikan bakar. Beres! 
Tapi bagi pengidap fobia tidak segampang itu! remah-remah roti -meski seuprit- yang nempel di uang tetap bikin bergidik! Rada lebay menurut orang normal, tapi begitulah adanya!
Reaksi pengidap fobia sendiri bila bertemu obyek yang ditakutinya macam-macam. Ada yang gatal-gatal, jerit-jerit ketakutan, keringat dingin, bahkan pingsan!

Ngomong-ngomong tentang fobia, saya jadi ingat teman pria saya yang fobia terhadap cicak. Kami bilang padanya: 'ah itu bukan fobia, tapi geli doank!' tapi menurutnya tidak! Dia benar2 fobia. Dan ini terbukti, saat minggu lalu kami melayat orangtua teman, kemudian rekan-rekan pria ikut sholat jenazah di mushola. Pas pembacaan doa, tiba-tiba teman kami itu teriak-teriak dengan kedua kaki terangkat keatas-mirip orang kesurupan. Sontak si teman menjadi pusat perhatian. Pembacaan doa yang tadinya hening dan khusyu, sedikit terganggu. Ada apakah gerangan? ternyata ada seekor cicak kecil menclok di tubuhnya (entah tepatnya dimana, karena saya sendiri tidak di lokasi dan hanya diceritakan oleh rekan2 pria saya yang lain). 
Sayangnya, yang tau penyebab si teman berteriak heboh hanya rekan2 saya saja yang kebetulan berada di kiri kanannya. Adapun jamaah mushola yang lain, tidak tau persis! Kami jadi menduga, jangan2 mereka berpikir teman kami itu benar-benar kesurupan?

Fobia, suatu hal yang menurut kita sepele tapi ternyata suatu kesengsaraan bagi yang mengidapnya! Saya sendiri -alhamdulillah- engga menderita fobia. Rasanya saya cuma sekali seumur hidup menderita fobia. Itupun terjadi di masa muda dulu dan sekarang syukurnya udah sembuh. Fobia apa? fobia cowok ganteng! reaksinya? rasa ketakutan, khawatir dan kapok ditolak melulu!